Education For Sustainable Development (Esd) Sebagai Respon dari Isu Tantangan Global Melalui Pendidikan Berkarakter dan Berwawasan Lingkungan yang Diterapkan pada Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Kejuruan di Kota Malang

  • ABD. SYAKUR Pharmacy Academy of Surabaya

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara berkembang (Developing Country) yang sedang aktif melakukan pembangunan nasional dari berbagai sektor. Pembangunan ini tidak lain memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya adalah pembangunan di Indonesia sudah cukup baik dapat dilihat dari perbaikan dalam sektor ekonomi, pendidikan, sarana prasana, dan lain sebagainya. Namun, dampak negatif justru datang pada sektor lingkungan hidup. Mengembangkan masyarakat berkarakter peduli lingkungan dimungkinkan dapat efektif melalui pendidikan lingkungan di sekolah. Sebagai tempat belajar, sekolah memiliki peran khusus untuk bermain; sekolah dapat membantu siswa untuk memahami dampak perilaku manusia di bumi ini. Program Adiwiyata dilaksanakan guna mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Program Pendidikan Karakter menggabungkan pembelajaran dan tindakan seperti halnya yang telah di programkan pada sekolah SD, SMP, dan SMK yang saat ini digalakkan di kota Malang, cara inilah untuk menangani isu global yang efektif untuk mengubah perilaku. tantangan ini harus dijawab dengan pembangunan di berbagai bidang dengan pendekatan berkelanjutan (sustainable). Penanaman nilai berkelanjutan ini harus diperkenalkan sejak dini, salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan ESD (education for sustainable development) di persekolahan, dengan harapan peserta didik memiliki nilai-nilai keberlanjutan sehingga mampu mempertahankan kelestarian lingkungan alam, sosial dan budaya.Kata kunci: ESD (Education for Sustainable Development), Isu Global, Pendidikan BerkarakterABSTRACTIndonesia is a developing country that is actively doing national developmentfrom various sectors. This development has nothing but positive impacts or negativeimpacts. The positive impact is the development in Indonesia is good enough canbe seen from improvements in the economic sector, education, facilities prasana,and so forth. However, the negative impacts come to the environment sector.Developing a community of environmental concerns may be effective throughenvironmental education in schools. As a place of learning, schools have a specialrole to play; Schools can help students to understand the impact of human behavioron this earth. The Adiwiyata Program is implemented to realize responsibleschoolchildren in the effort to protect and manage the environment through goodschool governance to support sustainable development. The Pendidikan KarakterProgram combines learning and action as it has been in the schools of elementary,junior high, and vocational schools currently being promoted in the city of Malang,in order to deal effectively with global issues to change behavior. This challengemust be addressed with development in various fields with a sustainable approach.The planting of this sustainable value should be introduced early, one way is tointroduce ESD (education for sustainable development) in school, in the hope thatlearners have sustainability values so as to maintain the preservation of naturalenvironment, social, and culture.Keywords: esd (education for sustainable development), global issues,character education

References

Amthor, R.M. & Heilman, E.E. (2010). Social Studies and Diversity Education. Routledge: New York.

Anwar, Q. 2010. Nilai Agama Sebagai Acuan Membangun Karakter Bangsa. Makalah dipresentasikan

dalam Sarasehan Nasional Pendidikan Karakter, Jakarta.

Darsiharjo. (2005). “Eco-School” Sebagai Media Pedidikan Lingkungan Di Sekolah. Makalah

disampaikan pada Seminar Nasional “Peran Pendidikan di Persekolahan dalam Mempersiapkan

Generasi Peduli Lingkungan” di Auditorium JICA FPMIPA UPI Bandung pada tanggal 1 Desember

Daluarti, M., H., C. (2015). Peranan Ruang Publik Perkotaan Terhadap Pengembangan Modal Sosial

dan Peredam Patologi Sosial. (Survey Pada Siswa SMA di Kota Bandung). Disertasi UPI.

Departemen of Education and Skills. (2013). Education for Sustainability The National Strategy on

Education for Sustainable Development in Ireland, 20 14-2020. Ireland.

Foundation of Environment Education. (2009). Eco-Schools Programme. Dalam http:// www.ecoschools.org/brochure_eco. pdf, 2009 Diakses pada [11 Desember 2014].

IUCN (International Union for Conservation of Nature). (1991). Caring for the Earth. A strategy for

sustainable living. Gland.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2012). Panduan Adiwiyata. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia.

Karsidi. 2007. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI. Solo: Tiga Serangkai.

Landriany, Ellen. (2014). Implementasi Kebijakan Adiwiyata Dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan

Lingkungan Hidup di SMA Kota Malang. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan

Volume 2, Nomor 1, Januari 2014.

Japan Council on the UN Decade of Education for Sustainable Development. (2013). Buku Pedoman

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Asia : Penduduk Lokal Mengembangkan

Masyarakat yang Berkelanjutan. http://www.agepp.net/

Mathar, Reiner. (2015). Chapter 2 in Schooling for Sustainable Development in Europe. Springer :

Heidelberg, New York, Dordrecht, London

Mogensen, F., & Mayer, M. (Eds.). (2005). Eco-School trends and divergences: A comparative study of

Eco School development process in 13 countries. Vienna: Austrian Federal Ministry of Education,

Science and Culture, Dept. Environmental Education Affairs.

Nikolopoulou, A, Abrahamâ, Taisha & Farid Mirbagheri. (2010). Education for Sustainable Development

Challenges, Strategies, and Practices in a Globalizing World.Sage: India.

Purwadi, A. (2009). EFSD in Indonesia at a Glance in EFSD Currents:Changing Perspective from The

Asia-Facific. Bangkok: UNESCO.

R. Ackley, Carly. (2009). Leadership in Green Schools: School Principals as Agents of Social

Responsibility. Dissertasi: The Pennsylvania State University. Pennsylvania: Tidak diterbitkan.

Riany, M., Karila, Y.Y., & Destianti, S., et al. (2014). Kajian Tradisi Membangun Bangunan Rumah

Tinggal di Kawasan Kampung Naga, Tasikmalaya Ditinjau Dari Konsep Sustainable (Studi

Kasus : Bangunan RumahTinggal di Kawasan Kampung Naga). Jurnal Reka Karsa, 2(1) April

Jurnal Online Institut Teknologi Nasional .

Rowntree, Lewis, Price &Wyckoff. (2008). Globalization and Diversity Geography Changing The Wold

Second Editon. United States: Pearson Prentice Hall.

Saijo, Tatsuyoshi & Hamasaki, Hiroshi. (2010). Chapter 6 : Designing Post-Kyoto Institutions: From

the Reduction Rate to the Emissions Amount. at Adaptation and Mitigation Strategies in Climate

Change. Tokyo: Springer.

Shaw, Rajib & Oikawa, Yukihiko. (2014). Education for Sustainable Development and Disaster Risk

Reduction.Springer: Japan.

UNESCO. (2007). The UN Decade of Education for Sustainable Development. The First Two Years.

Paris: UNESCO.

Yu Ping, (2003). Global Thinking, Local Action: A Case Study of the Green School Programme in

China. Thesis: Lund University. Lund: Tidak diterbitkan.

Published
2017-05-15
Section
Articles