Induksi Kalus Piper retrofractum Vahl. dengan Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Sitokinin

Authors

  • Junairiah . Universitas Airlangga
  • Dewi Amelia Sofiana Universitas Airlangga
  • Yosephine Sri Wulan Manuhara Universitas Airlangga
  • Surahmaida . Akademi Farmasi Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i2.116

Abstract

ABSTRAK

 

Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dikenal sebagai tanaman hias dan tanaman obat. Metabolit sekunder pada tanaman ini adalah piperin, saponin, kavisin dan minyak atsiri. Metabolit sekunder  tersebut dapat diisolasi dari bahan tanaman atau kalus hasil kultur jaringan tanaman. Pada metode kultur jaringan  tanaman untuk menginduksi kalus diperlukan media dengan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) yang paling baik untuk induksi kalus P. retrofractum. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 17 perlakuan yang terdiri atas 16 perlakuan kombinasi zat pengatur tumbuh dan 1 perlakuan kontrol, Setiap perlakuan terdiri atas  6 ulangan. Eksplan daun P. retrofractum ditumbuhkan pada medium Murashige dan Skoog padat ditambah  dengan zat pengatur tumbuh dengan konsentrasi masing-masing 0; 0,5; 1; 1,5; 2 mg/L. Data yang diperoleh  berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif meliputi lama waktu induksi kalus, persentase eksplan membentuk kalus, berat segar kalus dan berat kering kalus, dianalisis secara statistik dengan SPSS. Data kualitatif meliputi warna dan tekstur kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh NAA dan BAP berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan daun P. retrofractum. Penambahan kombinasi konsentrasi NAA 0,5 mg/L dan BAP 0,5 mg/L menunjukkan respon terbentuknya kalus paling cepat yaitu 11,5 hari. Penambahan kombinasi konsentrasi NAA 1 mg/L dan BAP 0,5 mg/L menghasilkan berat segar terbaik  yaitu 70,6 mg, sedangkan pada kombinasi konsentrasi  NAA 1 mg/L dan BAP 2 mg/L menghasilkan berat kering terbaik  yaitu 18 mg. Warna kalus adalah putih dan putih kecokelatan dengan tekstur friabel dan kompak.

Kata kunci: BAP, induksi kalus, NAA, Piper retrofractum Vahl.

ABSTRACT

 

Chili Java (Piper retrofractum Vahl.) is known as ornamental plants and medicinal plants. Secondary metabolites in this plant are piperin, saponin, kavisin and essential oils. Secondary metabolites can be isolated from plant material or callus from plant tissue culture. In plant tissue culture method to induce callus required media with the growth regulator concentration to get optimal result. The aim of this research is to know the effect of the combination of growth regulator of Naphthalene Acetic Acid (NAA) and 6-Benzyl Amino Purin (BAP) which is best for the induction of P. retrofractum callus. The type of this study was laboratory experimental. The study used a complete randomized design (RAL) with 17 treatments consisting of 16 treatment combinations of growth regulators and 1 control treatment. Each treatment consisted of 6 replications. P. retrofractum leaf eksplan grown on Murashige and Skoog solid medium coupled with growth regulator substances with respective concentrations of 0; 0.5; 1; 1.5; 2 mg / L. The data obtained in the form of quantitative and qualitative data. Quantitative data include duration of callus induction, percentage of callus form explants, fresh callus weight and dry weight of callus, analyzed statistically with SPSS. Qualitative data include callus color and texture. The results showed that NAA and BAP growth regulator effect on growth of P. retrofractum leaf eksplan. The addition of a combination of NAA concentration of 0.5 mg / L and BAP 0.5 mg / L showed the fastest callus formation response of 11.5 days. The combination of NAA concentration of 1 mg / L and BAP 0,5 mg / L resulted in the best fresh weight of 70.6 mg, while in combination NAA concentration 1 mg / L and BAP 2 mg / L yielded the best dry weight of 18 mg. Callus color is white and white  with a friable and compact texture.

Keywords:BAP,   callus     induction,             NAA,       Piper      retrofractum         Vahl


References

Anonim., 2015. Cara Budidaya Tanaman Cabai Jawa. www.agroteknologi.web.id., Diakses pada tanggal 30 November 2016 pukul 19.41 WIB.

Januwati, M. dan D.S. Effendi. Potensi Tanaman Cabe Jawa di Pekarangan dalam Menunjang Perkembangan Tanaman Obat. Warta Tumbuhan Obat Indonesia: 1992a:1(3):11-12.

Jamal, Y., P. Irawati, A. Fathoni, A. Agusta. Chemical constituents and antibacterial effect of essential oil of javaness pepper leaves (Piper retrofractum Vahl.). Media Litbangkes: 2013: 23(2):65-72.

Kemala, S., E. Sudiarto., P. Rini., J.T. Yuhono, M. Yusron, L. Mauludi, M. Raharjo, B. Waskito, dan H. Nurhayati. Serapan, pasokan dan pemanfaatan tanaman obat di Indonesia. Laporan Teknis Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (II). hal. 187-247. 2003.

Sampurno.2003. Kebijakan pengembangan jamu/obat tradisional/obat herbal Indonesia. Jakarta . Makalah pada Seminar dan Pameran Nasional POKJANAS TOI, 25-26 Maret 2003.

Badan POM RI. Acuan Sediaan Herbal. Jakarta. 2010: Vol.5:132 hlm.

Puteri RF. Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purin) terhadap Induksi Kalus Daun Sirsak (Annona muricata) secara In Vitro. Lentera Bio: 2014: Vol. 3 No. 3: 154-159.

Nazir, M., Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia; 1999.

Fowler, M.W. Commercial application and economic aspects of mass plant cell culture, dari Mantell, S.H., Smith, H. (ed.). London: Plant Biotechnology. Cambridge University Press, 3-38; 1983.

Purnamaningsih, R., dan M. Ashrina. Pengaruh

BAP dan NAA Terhadap Induksi Kalus dan Kandungan Artemisin dari Artemisia annua. Jurnal. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor; 2011.

Rohmah DI. Pengaruh Berbagai Konsentrasi

,4 D (Dichlorophenoxy Acetic Acid) Terhadap Induksi dan Viabilitas Kalus Daun dan Nodus Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) pada Medium New Phalaenopsis (NP) secara in vitro(Skripsi) Universitas Negeri Surabaya. 2014.

Mahmoud, O., Kosar, M., Regeneration and Histological of Plants Derived from Leaf explants in vitro Culture of Strawberry. Journal . Agricultural Biotechnology Research Institute of Iran. 2013.

Abidin, Z. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang ZatPengatur Tumbuh. Bandung: Penerbit Angkasa; 1990.

Wattimena, G. A. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor : PAU-IPB; 1991.

Lakitan, B. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada; 1996.

Wardani DP, Solichatun, Setyawan AD, Pertumbuhan dan produksi saponin kultur kalus Talinum paniculatum Gaertn, pada variasi penambahan 2,4-D dan kinetin. (Skripsi) Surakarta: UNS: 2004.

Sitompul MS, Guritno B, Analisis pertumbuhan tanaman. Yogyakarta: UGM Press; 1995.

Evans, D.E., J.O.D. Coleman, and A. Kearns.

“Plant Cell Cultureâ€. New York: BIOS Scientific Publisher; 2003.

Sorentina, M.S.M, Haliani, Muslimin, dan I.N. Suwastika. Induksi Kalus Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Lokal Palu pada Medium MS dengan Penambahan 2,4-D (2,4-Asam Dikloropenoksi Asetat) dan Air Kelapa. Online Jurnal of Natural Science. 2013: Vol. 2, No. 2: 55-63.

Teshome, S. and Feyissa, T. InVitro Callus Induction and Shoot Regeneration from Leaf Explants of Glinuslotoides (L.)—An Important Medicinal Plant .American Journal of Plant Sciences. 2015: 6: 1329-1340.

Kasi, P.D., dan Sumaryono. Perkembangan kalus embriogenik sagu (Metroxylon sagu Rottb.) pada tiga sistem kultur in vitro. Menara Perkebunan. 2008:Vol. 76, No. 1: 1-10.

Amien S, Ariyanti M, Arief M, Kurniawan D, Induksi kalus dari daun nilam kultivar Lhoksemauwe, Sidikalang, dan Tapaktuan dengan 2,4-D. Zuriat, 2007: 18 (2): 245-248.

Leupin, Compact callus induction and plant regeneration of a non-flowering vetiver from Java. Plant Cell, Tissue and Organ Culture, 2000:62: 115–123.

Campbell NA, Reece JB, Mitchel LG. Biologi. Edisi kelima jilid 2, Jakarta: Erlangga; 2003.

Downloads

Published

2018-07-16

How to Cite

Induksi Kalus Piper retrofractum Vahl. dengan Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Sitokinin. (2018). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 3(2), 41-46. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i2.116