Pengaruh konsentrasi Bawang Merah (Allium Cepa) Dan Temu Kunci (Boesenbergia rotunda) Sebagai Pengawet Alami Terhadap Mutu Mutu Biologi Ikan Kembung (Rastrellinger sp.) dan Ikan Tuna (Thunnus sp.)

Authors

  • Galuh Ratmana Hanum AKADEMI FARMASI SURABAYA
  • Syahrul Ardiansyah AKADEMI FARMASI SURABAYA
  • Zamha riroh AKADEMI FARMASI SURABAYA
  • Sintya Rarah Anglania AKADEMI FARMASI SURABAYA

DOI:

https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i2.104

Abstract

ABSTRAK

Makanan merupakan sumber energi yang berperan penting untuk kelangsungan hidup manusia, salah satunya ikan. Omega 3 dan 6 banyak terdapat pada ikan. Penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bawang merah (Allium cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda) sebagai pengawet alami terhadap mutu mutu biologi ikan kembung (Rastrellinger sp.) dan ikan tuna (Thunnus sp.). Rancangan percobaan dari penelitian ini dengan menggunakan model faktorial yaitu konsentrasi bawang merah (Allium Cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda). Hasil dari penelitian ini bahwa Konsentrasi bawang merah (Allium cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda) sebagai pengawet alami berpengaruh terhadap mutu biologi ikan kembung (Rastrellinger sp.) dan ikan tuna (Thunnus sp.).

Kata kunci: Jumlah koloni, Konsentrasi bawang merah, Konsentrasi temu kunci.

ABSTRACT

Food is an important energy for human life, one of them is fish. Omega 3 and 6 are widely available in fish. The purpose of this Research is to know the content of  spanish onion (Allium cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda) as the preservative of fish and tuna fish (Thunnus sp.). The Design of this  research by using factorial mode that is concentration of spanish onion (Allium Cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda). The results of this research are spanish onion concentration (Allium cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda) as preservative of fish and  tuna fish(Thunnus sp.).

Key Words: count of colony, concentration of spanish onion, concentration of fingerroot.

References

Abdullah MIB. Physicochemical profi ling and detection of phenolic constituents with antioxidant and antibacterial activities of Myristica fragrans houtt. [thesis]. NSF, 46 p.; 2009.

Adawyah, R. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta: Bumi Aksara; 2007.

Aflial MA, Daoudi H, Jdaini S, Asehraou A, Bouali A. Study of the histamine production in a red fl esh fi sh (Sardina pilchardus) and a white fl esh fi sh (Dicentrarchus punctatus). Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences 6: 43-48; 2006.

Afrianti, L.H. Teknologi Pengawetan Pangan. Bandung: Alfabeta; 2014.

Andayani, Triana. Minyak Atsiri Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Sebagai Pengawet Alami Pada Ikan Teri (Stolephorus indicus). Jurnal Bioproses Komoditas Tropis 2; 2014.

Anjarsari, B. Pangan Hewani (Fisiologi Pasca Mortem dan Teknologi) hlm. 98-99. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2010.

Ariyani, F., Murtini, J.T., Indriati, N., Dwiyitno, dan Yenni, Y. Penggunaan Glyroxyl Untuk Menghambat Penurunan Mutu Ikan Mas (Cyprinus carpio) Segar. Jurnal Perikanan. 2007: Vol.IX(1).

Cushnie TPT, Lamb AJ. Antimicrobial activity of fl avonoids. International Journal of Antimicrobials Agents. 2005: 26:343-356.

Damayanti, Evina. Efektivitas Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Sebagai Pereduksi Formalin Pada Udang Putih (Penaeus merguiensis) Penyimpanan Suhu Dingin. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan 3. 2014.

Dewi, S.R. Teknik Pengolahan Ikan Tuna (Thunnus sp.) Beku di PT. Tridaya Eramina Bahari, Muara Baru Ujung, Jakarta Utara (Skripsi). Surabaya: Universitas Airlangga; 2015.

Fardiaz, S. Analisis Mikrobiologi Pangan. Jakarta: PT Raja Grafindon Persada; 1993.

Harmanto, N. Jus Herbal Segar dan Menyehatkan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo; 2007.

Hidayati L. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan dalam Penyimpanan Freezer Lemari Es Terhadap Kandungan Protein dan Jumlah Total Koloni Bakteri Ikan Bandeng (Chanos chanos). [Tesis]. Malang: Universitas Muhammadiyah; 2005.

Hirai I, Okuno M, Katsuma R, Arita N, Tachibana M, Yamamoto Y. Characterisation of anti-Staphylococcus aureus activity of quercetin. International Journal of Food Scince and Technology. 2010: 45(6): 1250-1254.

Irmawan, S. Status Perikanan Ikan Kembung di Kabupaten Barru. Laporan Penelitian. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Malang: Universitas Brawijaya; 2009.

Jaelani. Khasiat Bawang Merah. Yogyakarta: Kanisius; 2007.

Mukaromah, L. Pengaruh Perendaman Daun Salam (Syzygium polyanthum.) Terhadap Penurunan Kadar Formalin Pada Tahu (Karya Tulis Ilmiah). Surabaya: Politeknik Kesehatan Surabaya; 2016.

Mukaromah, L. Pengaruh Perendaman Daun Salam (Syzygium polyanthum.) Terhadap Penurunan Kadar Formalin Pada Tahu (Karya Tulis Ilmiah). Surabaya: Politeknik Kesehatan Surabaya; 2016.

Prasetiawan, Nanda Radithia. Penghambatan Pembentukan Histamin Pada Daging Ikan Tongkol (Euthynnus Affi Nis) Oleh Quercetin Selama Penyimpanan. JPHPI 16; 2013.

Rahayu, S., Kurniasih, N., dan Amalia, V. Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Limbah Kulit Bawang Merah sebagai Antioksidan Alami. Jurnal al Kimia. 2015: Vol. 2 No. 1.

Sanchez-Zapata E, Amensour M, Oliver R, Fuentes-Zaragoza E, Navarro C, FernandezLopez J, Sendra E, Sayas E, Perez-Alvarez JA. Quality characteristics of dark muscle from yellowfi n tuna Th unnus albacores to its potential application in food industry. Food and Nutrition Sciences. 2011: 2: 22-30.

Saparinto, C. dan Diana H. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius; 2006.

Supardi, I. dan Sukamto. Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. Bandung: Alumni; 1999.

Susilorini, Tri Eko, Manik Eirry Sawitri. Produk Olahan Susu. Jakarta : Penebar Swadaya; 2006.

Downloads

Published

2018-07-16

How to Cite

Pengaruh konsentrasi Bawang Merah (Allium Cepa) Dan Temu Kunci (Boesenbergia rotunda) Sebagai Pengawet Alami Terhadap Mutu Mutu Biologi Ikan Kembung (Rastrellinger sp.) dan Ikan Tuna (Thunnus sp.). (2018). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 3(2), 9-12. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i2.104