Pengaruh Pengetahuan Masyarakat Terhadap Rasionalitas Penggunaan Analgesik Oral Non Steroid Anti-Inflamatory Drug Golongan Non Selective COX-1 dan COX-2 Secara Swamedikasi
DOI:
https://doi.org/10.53342/pharmasci.v2i2.51Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk melihat adanya pengaruh tingkat pengetahuan terhadap rasionalitas pasien dalam menggunakan obat oral analgesik NSAID golongan Non Selektif COX-1 & COX-2 pada pengobatan
swamedikasi di Apotek Latansa Sidoarjo serta untuk mengetahui adanya pengaruh antara faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan status pekerjaan) terhadap tingkat pengetahuan dan rasionalitas penggunaan obat oral analgesik NSAID Non Selektif COX-1 & COX-2 pada pengobatan swamedikasi di Apotek Latansa Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional melalui pembagiankuesioner kepada 70 pasien sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Hubungan antaravariabel penelitian dianalisis dengan uji statistik Chi Square pada aplikasi statistik SPSS ver 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik (71,50%) dan swamedikasi
yang rasional (75,70%). Tingkat pendidikan menunjukkan adanya pengaruh dengan tingkat pengetahuan (Asymp sig (2-sided) = 0,042 ≤ 0,050) pada tingkat kepercayaan 95%. Dan usia menunjukkan adanya pengaruh dengan rasionalitas penggunaan obat oral analgesik NSAID Non Selektif COX-1 & COX-2 dalam pengobatan swamedikasi (Asymp sig (2-sided) = 0,049 ≤ 0,050) pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji statistik Chi Square menunjukkan adanya pengaruh antara tingkat pengetahuan pasien terhadap rasionalitas penggunaan obat oral analgesik NSAID Non Selektif COX-1 & COX-2 dalam pengobatan swamedikasi (Asymp sig (2-sided) = 0, 016 ≤ 0,050) pada tingkat kepercayaan 95%.
Kata Kunci: swamedikasi, pengetahuan & rasionalitas, analgesik NSAID COX-1 dan COX-2.
ABSTRACT
This study was conducted to see the effect of society knowledge on rational use of oral NSAID (Non Selective COX-1 & COX-2) self medication in Latansa Apotek Sidoarjo and to investigate the influence of
sociodemographic factors (age, gender, level education and employment status) on the level of knowledge and rational use of oral NSAID (Non Selective COX-1 & COX-2) self medication in the Latansa Apotek Sidoarjo.This observational study is descriptively through the distribution of questionnaires to 70 patients in the sample. The collection of data carried out prospectively. The relationship between variables was analyzed with statistical test Chi Square on statistical application SPSS ver 22. The level of education showed that have significancy on the level of knowledge (Asymp sig (2-sided) = 0.042 ≤ 0.050) at the 95% confidence level. Ages showed that have significancy on with the rational use oral analgesic NSAIDs Non Selective COX-1 and COX-2 in the treatment swamedikasi (Asymp sig (2-sided) = 0,014 ≤ 0.050) at the 95% confidence level.The result of this study showed that (71,50%) of respondent have good knowledge on NSAID while 75,70% of respondents have appropiate NSAID self-medication behaviors. The statistic analysis showed that knowledge had a significancy on self-medication behavior (Asymp sig (2-sided) = 0, 016 ≤ 0,050) and confidence level 95%.
Keywords: Self – medication, Rational use &Knowledge, Analgesic – Non Selective NSAIDS COX-1 And COX-2
References
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Pedoman penggunaan obat bebas dan bebas terbatas. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 189/MENKES/SK/III.2006 Tentang
Kebijakan Obat Nasional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Materi pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan memilih obat bagi tenagakesehatan (pp. 0-8, 13-14, 18, 20-23, 31). Jakarta: Departemen Kesehatan RepublikIndonesia.
Dharmasari, S. 2003. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengobatan Sendiri yangAman, Tepat dan Rasional pada Masyarakat Kota Bandar Lampung Tahun 2003.Tesis.
Goodman and Gilman. 2010. Manual Farmakologi dan Terapi, hal. 406-407, 420. Jakarta: EGC
Guyton & Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta: EGC
Kristina, S., Prabandari, Y., & Sudjaswadi, R. 2008. Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat Kecamatan Depok danCangkringan Kabupaten Sleman. MajalahmFarmasi Indonesia 19(1) , 32-40.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Purwanti, A., Harianto, Supardi. 2004. Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Farmasi di Apotek DKI Jakarta Tahun 2003. Majalah Ilmu Kefarmasian, 1 : 102-115.
Supardi, S., Jamal, S., & Raharni, R. 2005. Pola Penggunaan Obat, Obat Tradisional dan Cara Tradisional dalam Pengobatan Sendiri di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan
Supardi, S. & Notosiswoyo, M. 2006. Pengaruh penyuluhan obat menggunakan leaflet terhadap perilaku pengobatan sendiri di tiga kelurahan Kota Bogor. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, Vol. 9, 4 , 213-219.
Supardi, S. & Raharni. 2006. Penggunaan obat yang sesuai dengan aturan dalam pengobatan sendiri keluhan demam, sakit kepala, batuk, dan flu (hasil analisis lanjut data Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001. Jurnal Kedokteran Yarsi, 14(1) , 61-69.
Wilmana, P.Freedy dan Sulistia Gan, 2007. Analgesik-Antipiretik Analgesik AntiInflamasi NonSteroid dn Obat Gangguan Sendi Lainnya dalam Famakologi dan Terapi,hal 230-246. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
World health organization. 2000. Guidlines for the regulatory assesment of medical products for use in self-medication. Geneva: World Health Organization.
World Self-Medication Industry. (n.d.). About selfmedication. Februari 2, 2012.







