Studi Efektifitas Antiretroviral Regimen Obat Kombinasi Dosis Tetap (Tenofovir/Lamivudin/Efavirenz) Berdasarkan Peningkatan Kadar Cd4 T-Limfosit (Studi dilakukan di Intalasi Farmasi Rumah Sakit X Surabaya)
DOI:
https://doi.org/10.53342/pharmasci.v2i1.62Abstract
ABSTRAK
HIV adalah virus yang secara bertahap menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan sel yang terinfeksi yang memiliki molekul Cluster of Differentiation 4 (CD4). Pengobatan dengan antiretroviral memiliki mekanisme tindakan untuk mencegah replikasi virus yang secara bertahap menurunkan jumlah virus dalam darah. Penelitian ini observasional yang dilakukan secara retrospektif selama 2 tahun (Januari 2014 - Desember 2015) pada pasien HIV / AIDS dengan
jumlah 51 pasien rawat jalan. Hasil studi observasional menunjukkan bahwa pengobatan dengan antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efavirenz 600 mg) mengalami peningkatan jumlah CD4 selama terapi dan analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada perbedaansebelum dan sesudah terapi, sehingga dapat disimpulkan bahwa antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap efektif.
Kata Kunci: HIV / AIDS, CD4 T-Limfosit, Tenofovir, Lamivudin, Efavirenz.
ABSTRACT
HIV is a virus that gradually attack the human immune system. HIV can lead to the AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) and infected cells that have molecul Cluster of Differentiation 4 (CD4). Treatment with
antiretroviral have mechanism of action to prevent replication virus which is step by step decrease the amount of virus in blood. This observasional study conducted retrospectively during 2 years (Januari 2014 - December2015) againt patient HIV/AIDS with 51 outpatients. The result of the observational study showed that treatment with Antiretroviral Fixed Dose Combination (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efavirenz 600 mg) had increased CD4 level during therapy and descriptive statistic analysis showed that there was a differences in pre
and post theraphy, so if could be concluded that Antiretroviral Fixed Dose Combination administration was effective.
Key Words: HIV/AIDS, CD4 T-Limfosit, Tenofovir, Lamivudin, Efavirenz.
References
Anderson, Philip O. 2002. Handbook of Clinical Drug Data. Jakarta:hal. 120-124.
Ardhiyanti, Yulrina. 2015. Bahan Ajar AIDS pada
asuhan kebidanan. Yogyakarta: Deepublish. Hal. 38.
Departemen Kesehatan RI. 2014. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, http://www.yayasanspiritia.com. Jakarta: hal.1-3.
Djoerban, Zubairi dan Samsuridjal, Djauzi. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:HIV/AIDS di Indonesia. Jakarta: Interna Publishing, Edisi Keenam Jilid I, hal. 887.
Fajrin, Prislia Nurul. 2012. “Evaluasi terapi ARV terhadap perubahan jumlah CD4 dan berat badan dan terapi OAT terhadap perubahan berat badan pada pasien koinfeksi TB/HIV di Unit Pelayanan Terpadu HIV RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumoâ€. Skripsi. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, hal. 47.
Hardman, Joel G. 2012. Dasar Farmakologi Terapi.Jakarta: Buku Kedokteran EGC, hal. 1321-1345.
Hughes, 2007 dalam Mariam, Siti. 2010. “Perbandingan respon imunologi empat kombinasi Antiretroviral berdasarkan kenaikan jumlah CD4 di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdiâ€. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, hal.2.
Katzung. B.G. 2011. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Buku Kedokteran. Edisi 10, hal. 823- 838.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Tataklinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada
orang dewasa, Jakarta: hal. 1,7, 9, 14-15.
Kementerian Kesehatan RI. 2012. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral
pada orang Dewasa dan Remaja, Jakarta: hal. 19
Lacy, Charles F., dkk. 2009. Drug Information Handbook. American: Lexi-Comp, 18th Edition, hal. 508-510, 848-859, 1438-1440.
Levy, Jay A. 2007 dalam Nasronudin. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:Virologi HIV. Jakarta: Interna Publishing, Edisi Keenam Jilid I,hal. 900.
McEvoy, Gerald K. 2004 dalam Mariam, Siti. 2010. “Perbandingan respon imunologi empatkombinasi Antiretroviral berdasarkankenaikan jumlah CD4 di Rumah Sakit Dr. H.Marzoeki Mahdiâ€. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, hal.1.
McEvoy, Geral K. 2010. AHFS Drug Information. America: American Society of Health System Pharmacist, hal. 8.18.08-8.18.20.
Merati, Tuti Parwati dan Samsuridjal, Djauzi. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:Respons Imun Infeksi HIV. Jakarta: Interna Publishing, Edisi Keenam Jilid I, hal. 929.
Murni, Suzana., dkk. 2009. Hidup dengan HIV/AIDS.
Jakarta:http://www.yayasanspiritia.com.
Nasronudin. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:Virologi HIV. Jakarta: Interna Publishing, Edisi Keenam Jilid I, hal.898, 900.
Nelwan, Erni J dan Rudi Wisaksana. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:Gejala dan Diagnosis HIV. Jakarta: Interna Publishing, Edisi Keenam Jilid I, hal. 910-911.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan:Metode Pengambilan Sampel. Jakarta: PT Rineka Cipta, hal. 115.
Ratridewi, Irene. 2009. Sari Pediatri.http://saripediatri.idai.or.id. Malang: hal. 277.
Robbin. 2007 dalam Mariam, Siti. 2010. “Perbandingan respon imunologi empat kombinasi Antiretroviral berdasarkan kenaikan jumlah CD4 di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdiâ€. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, hal.2.
Sajhivmed. 2013. Fixed-dose Combination for Adults Accessing Antiretroviral Therapy. Vol.14, hal. 41-43.
Spiritia. 2014. Lembaran Informasi tentang HIV/AIDS untuk ODHA. Jakarta: New Mexico AIDS Infonet, hal. 424, 428, 432.
Sukandar, Elin Yulinah., dkk. 2008. ISO Farmakoterapi.Jakarta: PT. ISFI Penerbitan, hal. 705.
Syarif, Amir., dkk. 2007. Farmakologi dan Terapi:Anti Virus. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal. 653.
Tjokroprawiro, Askandar. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:Infeksi Human Immunodeficiency Virus. Surabaya:Airlangga
University Press, hal. 326.
Walkers, Roger and Clive, Edwards. 2003. Clinical Pharmacy and Therapeutics. Spain: Churchill Livingstone, hal. 600.
Wells, Barbara G., et al. 2015. Pharmacotherapy Handbook. Mc Graw Hill Education, Edisi Kesembilan, hal. 368, 376-378.
WHO. 2004 dalam Prayitno. 2014. “Perbandingan kadar CD4 sebelum dan sesudah penggunaan Antiretroviral terapi pada penderita HIV di Wilayah kerja Puskesmas Kahuripan
Kecamatan Tawang Kota Tasikmalayaâ€. Jurnal Penelitian. Tasikmalaya: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tasikmalaya, hal. 2-3
WHO. 2009 dalam Mariam, Siti. 2010. “Perbandingan respon imunologi empat kombinasi Antiretroviral berdasarkan
kenaikan jumlah CD4 di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdiâ€. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, hal.2.
WHO. 2011 dalam Kania. 2014. “Perbandingan Hasil Pemeriksaan CD4 Pada Pasien HIV Sebelum dan Sesudah Penggunaan Antiretroviral (ARV) di RSUP Sanglah Denpasarâ€. Jurnal Penelitian. Denpasar: Program Studi Analis Kesehatan STIKES Wira Medika PPNI
Bali, hal. 2.







