Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Kemuning (Murraya panicullata L. Jack) Dengan Berbagai Jenis Pelarut Pengekstraksi

Authors

  • Galuh Gondo Kusumo Akademi Farmasi Surabaya
  • M.A. Hanny Ferry Fernanda Akademi Farmasi Surabaya
  • Heppy Asroriyah Akademi Farmasi Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.53342/pharmasci.v2i1.63

Abstract

ABSTRAK
Kemuning (Murraya paniculata L. Jack) adalah salah satu kekayaan alam yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Tanin merupakan salah satu metabolit sekunder dari kemuning yang dapat digunakan sebagai anti diare dan pelangsing. Ekstrak kemuning didapatkan dari maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda, yaitu metanol, etanol dan etil asetat. Tannin kemudian dipisahan dari ekstrak dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan berbagai jenis pelarut. Hasil nalisis menunjukkan bahwa pelarut terbaik untuk mengekstraksi tanin adalah metanol dengan perolehan 23,6989 g (31,59%). Skrining fitokimia yang dilakukan menggunakan dua reagen yang berbeda menunjukkan hasil yang positif mengandung tanin. Eluen
terbaik untuk analisa tanin pada penelitian ini adalah dengan n-heksan-etil asetat (6 : 4) dengan nilai Rf sebesar 0,62.

Kata Kunci : kemuning (Murraya paniculata L. Jack), tannin, kromatografi lapis tipis (KLT)

ABSTRACT
Orange Jessamine (Murraya paniculata L. Jack) is one of the natural treasures which has many benefits for human life. Tannin is one of secondary metabolite of orange jessamine that can be used as antidiarrhoeal and body slimming. It was obtained by maceration using 3 different solvents, such as : methanol, ethanol, and ethyl acetate. Tannins was separated from crude extract using thin layer chromatography (TLC) in different type of eluent. The analysis showed that the best solvent to extract tannin is methanol that produce of 23.6989 g (31.59%). The phytochemical screening test of the two reagents shows positif result contain tannin compound. The best eluent in this study aimed is n-hexane: ethyl acetate (6 : 4) with tannin Rf value of 0.62.

Keywords: Orange jessamine (Murraya paniculata L. Jack), tannin, maceration, thin layer chromatography

References

Anonim. 2006. Etil Asetat. Disitasi dari

http://pustan.bpkimi.kemenperin.go.id/files/SN

I%2006 -2583-1992.PDF. Diakses tanggal 30

Mei 2016.

BPOM RI. 2006. Monografi Ekstrak Tumbuhan

Obat Indonesia. Volume ke-2. Jakarta:

Direktorat Jenderal Pengawasan Olbat dan

Makanan.

Deny. 2007. Pemanfaatan Tannin Sebagai Perekat.

Jurnal Penelitian Fakultas Teknologi Pertanian

Bogor.

Fachry, A. R., Arief, S. dan Guntur, S. 2012. Kondisi

Optimal Proses Ektraksi Tanin Dari Daun

Jambu Biji Menggunakan Pelarut Etanol,

Jurusan Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya.

Diakses tanggal 9 Oktober 2015

Gandjar, I. G. dan Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi

Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giner-Chavez, B.I. dan Cannas, A. 2001. Tannins:

Chemichal Structural The Struktur Of

Hydrolysable Tannins. Disitasi dari

http://poisonousplants.ansci.cornell.edu/toxicagent

s/tan nin.html. Cornert University. Diakses

tanggal 3 Januari 2016

Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri. Jakarta : UIPress.Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia

Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan.

Bandung :Penerbit ITB.

Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia Penuntun

Cara Modern Menganalisa Tumbuhan.

Bandung: ITB Horvart. 1981. Tannins:

Definition. 2001. Disitasi dari

http://www.ansci.cornell.edu/plants/toxicagents/ta

nnin/ definition.html. Cornert University. Diakses

tanggal 3 Januari 2016

Kristanti, A. N., Nanik, S. A., Mulyadi, T. dan

Bambang K. 2008. Buku Ajar Fitokimia.

Surabaya: Airlangga University Press

Mangunwardoyo, W., Eni, C. dan Tepy U. 2009.

Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa

Antimikroba Herba Meniran (Phyllanthus

niruri L.). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia

Vol 7 (2): 57, 63.Diakses tanggal 13 Desember

Putri, W. S., Warditiani, N. K. dan Larasanty, L. P. F.

Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat

Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.).

Jurnal Farmasi Udayana, 2(4). Diakses tanggal 30

Januari 2016

Sa’adah, L. (2010). Isolasi dan identifikasi senyawa

tanin dari daun belimbing wuluh (Averrhoa

bilimbi L.). Skripsi. Malang: Universitas Islam

Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Diakses

tanggal 16 Agustus 2015.

Saifudin, A., Viesa, R. dan Hilwan Y. T. 2011.

Standardisasi Bahan Obat Alam. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Septyaningsih, D. 2010. Isolasi dan Identifikasi

Komponen Utama Ekstrak Biji Buah Merah

(Pandanus conoideus Lamk.). Doctoral

dissertation, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam. Diakses tanggal 20 November

Stahl, E. 1985. Analisis Obat Secara Kromatografi

dan Mikroskopik. Bandung: Penerbit ITB.

Sulaksana, J. dan Dadang I. J. 2005. Kemuning dan

Jati Belanda Budi Daya dan Pemanfaatan

untuk Obat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sulastri, T. 2009. Analisis Kadar Tanin Ekstrak Air

dan Ekstrak Etanol Pada Biji Pinang Sirih

(Areca Catechu. L), Jurnal Chemika Vol.10

No.1, Juni 2009, hal. 59-63. Diakses tanggal 4

Desember 2015

Tursiman, Puji A. dan Risa, N. 2012. Total Fenol

Fraksi Asetat dari Buah Asam Kandis, JKK

tahun 2012 Vol. 1 Halaman 45-48. Diakses

tanggal 2 Juni 2016. Watson, D. G. 2010. Analisis

Farmasi. Jakarta: EGC.

Windarini, L. G. E. Astuti, K. W. Dan Warditiani, N.

K. 2013. Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol

Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.).

Jurnal Farmasi Udayana, 2(4). Diakses tanggal 30

Januari 2016

Downloads

Published

2017-01-07

How to Cite

Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Kemuning (Murraya panicullata L. Jack) Dengan Berbagai Jenis Pelarut Pengekstraksi. (2017). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 2(1), 29-32. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v2i1.63