Identifikasi dan Penetapan Kadar Klorin Dalam Pembalut Wanita yang Beredar di Kelurahan Ketintang dengan Metode Titrasi Iodimetri

Authors

  • Vika Ayu Devianti Akademi Farmasi Surabaya
  • Cicik Herlina Yulianti Akademi Farmasi Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i1.67

Abstract

ABSTRAK

Pembalut wanita adalah produk yang berbentuk lembaran/pad terbuat dari bahan selulosa/sintetik yang digunakan untuk menyerap cairan menstruasi atau cairan dari vagina, namun terdapat pembalut yang menggunakan bubur kertas dalam proses pembuatannya. Bubur kertas merupakan hasil limbah kertas, karton dan kardus melalui proses daur ulang yang mengalami proses pemutihan menggunakan klorin (Cl2). Pembalut yang mengandung klorin beresiko tinggi terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin pada beberapa merk pembalut wanita yang beredar di Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya menggunakan metode titrasi iodimetri. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel penelitian adalah 5 (lima) pembalut wanita lalu diuji di laboratorium Kimia Akademi Farmasi Surabaya dengan metode Titrasi Iodimetri. Hasil uji kualitatif dari 5 sampel hanya terdapat 1 sampel yang positif mengandung klorin. Sampel yang positif dilanjutkan dengan uji kuantitatif dan diperoleh kadar klorin sebesar 0,37 ppm.

Kata kunci: Pembalut, Klorin, Titrasi Iodimetri

ABSTRACT

The sanitary napkin is made from pulp as its main ingredient, which in the production process using  bleach pads, one of which is chlorine. Chlorine is high chemical which has a high oxide potential that can be used as a bleaching agent and disinfectant (eliminating germ). Chlorine in sanitary napkins is at high risk for reproductive health. This research was conducted to analyze and determine chlorine level in sanitary napkin with color reaction test and iodometry titration method. According to the minister of Health RI Regulation No. 492 / MENKES / PER / IV / 2010 regarding drinking water quality requirement that is maximum drinking water chlorine 5 ppm. The result of this study indicate that there is a sanitary napkins containing chlorine with a content of 0,37 ppm. As a result, indicate that chlorine levels in sanitary napkins are below the safe limits of the allowed chlorine content in drinking water quality requirement.

Key Words: Sanitary Napkins, Chlorine, Iodimetry Titration.  

References

BSN, (2000). Pembalut Wanita. Standar Nasional Indonesia (SNI). Jakarta.

Nasution, Suryasih Mustika, (2013). Analisa kandungan klorin (Cl2) pada Beberapa Merk Pembalut Wanita yang Beredar di Pusat Perbelanjaan di Kota Medan. Skripsi.. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Basset, J, (1994). Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik Edisi IV. Jakarta: Kedokteran ECG.

Ulfa, Ade Maria, (2015). Penetapan Kadar Klorin (Cl2) pada beras menggunakan metode Iodometri. Jurnal Kesehatan Holistik. Vol 9, No.4

Day, Underwood, (1999). Kimia Analisis Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.

Rahmawati dan Hana, (2016). Penetapan Kadar Vitamin C pada Bawang putih (Allium sativum, L) dengan Metode Iodimetri. CERATA Journal Of Pharmacy Science. Vol 4, No 1.

Cairns, D, (2009). Industri Kimia Farmasi Edisi II. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tilawati, Wahyu, Agustina, A., Arrosyid, Muchson, (2015). Identifikasi dan Penetapan Kadar Klorin (Cl2) dalam Beras Putih di Pasar Tradisional Klepu dengan Metode Argentometri. CERATA Journal of Pharmacy Science. Vol 6 No 1.

Permenkes RI. (1996). Persyaratan Kualitas Air Minum. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Downloads

Published

2018-01-07

How to Cite

Identifikasi dan Penetapan Kadar Klorin Dalam Pembalut Wanita yang Beredar di Kelurahan Ketintang dengan Metode Titrasi Iodimetri. (2018). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 3(1), 9-12. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i1.67