Profil Penurunan Tekanan Darah pada Terapi Obat Antihipertensi Golongan CCB Dihidropiridin Antara Amlodipin Dibandingkan Nifedipin Oral Osmotik (Studi Dilakukan di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Porong)

Authors

  • Ninik Mas Ulfa Akademi Farmasi Surabaya
  • Rahmad Aji Prasetya Akademi Farmasi Surabaya
  • Lailatul Adelia Akademi Farmasi Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i1.72

Abstract

ABSTRAK
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang tidak normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penurunan tekanan darah pada terapi obat antihipertensi yaitu
Amlodipin dibandingkan Nifedipin Oros dan untuk mengetahui prevalensi efek samping obat. Penelitian ini bersifat observasional. Pengamatan berdasarkan perubahan tekanan darah pre, selama terapi, dan post terapi obat antihipertensi selama 4 bulan terapi. Hasil penelitian tekanan darah pada terapi Amlodipin menunjukkan bahwa mayoritas tekanan darah pre adalah pada kategori hipertensi stage II yaitu 13 pasien (92,86%), setelah 1-2 bulan terapi, tekanan darah mencapai kategori hipertensi stage I, setelah 3 bulan terapi mencapai kategori pre hipertensi, dan pada 4 bulan terapi (tekanan darah post) mayoritas tekanan darah pasien pada kategori pre hipertensi yaitu 13 pasien (92,86%). Sedangkan pada terapi Nifedipin Oros, tekanan darah pasien pada kategori hipertensi stage II yaitu 14 pasien (100,00%), setelah 1-3 bulan terapi, tekanan darah mencapai kategori hipertensi stage I, dan pada 4 bulan terapi (tekanan darah post) mayoritas pasien hipertensi pada kategori pre hipertensi yaitu 13 pasien (92,86%). Berdasarkan analisis statistika deskriptif menunjukkan pola grafik yang sama pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian efek samping obat yaitu hipotensi postural berupa pusing/nyeri kepala dan mual menunjukkan bahwa pada kelompok terapi Amlodipin terdapat 1 pasien (7,14%)
yang mengalami efek samping hipotensi postural. Sedangkan pada Nifedipin Oros tidak terdapat pasien yang mengalami efek samping obat. Ini menunjukkan bahwa Amlodipin dan Nifedipin Oros memiliki efek samping obat yang ringan.

Kata kunci: Amlodipin, Nifedipin Oros, Profil Tekanan Darah, Hipertensi.

ABSTRACT
Hypertension is a medical situation in which sistolic and diastolic blood pressure is high. This research intended to know, first, the reduction of blood pressure toward antihypertensive medicine such as Amlodipin compare with Nifedipin Oros. Second, to know the prevalence of side effect of the medicines. This study wasobservational research. Observation was based on the changes of “pre†blood pressure, during therapy, and “post†therapy of antihypertensive medicines within 4 months therapy. The result of blood pressure study toward Amlodipin treatment showed that “pre†blood pressure was dominated by hypertensive stage II with 13 patients (92,86%). Furthermore, after 1-2 month therapy, the blood pressure attained to hypertensive stage I. In
3 month therapy, the blood pressure reach pre hypertensive category. Moreover, after 4 moth therapy (“post†blood pressure), was dominated by pre hypertensive patients with 13 patients (92,86%). Nevertheless, in
Nifedipin Oros therapy, most of blood pressure was in the hypertensive stage II ie 14 patients (100,00%). Furthermore, after 1-3 months therapy, the blood pressure attained to hypertensive stage I, then in 4 mothstherapy (“post†blood pressure), was dominated by pre hypertensive patients with 13 patients (92,86%). Based on descriptive statistical analysis showed similar trend in both treatment groups chart. The result of side effects observation was postural hypotension (with signed of headache) and nausea only showed in the Amlodipin therapy, ie 1 patients (7,14%) who got postural hypotension. This showed that Amlodipin and Nifedipin had mild side effects.

Key Words: Amlodipin, Nifedipin Oros, Blood pressure profile, Hypertension

References

Azizah, Lucky. (2007). Peran Antagonis Kalsium Dalam Penatalaksanaan Hipertensi. Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia. 259—264.

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Jakarta: Departemen Kesehatan RI

Departemen Kesehatan RI. (2007). Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung. Jakarta: Departemen Kesehatan RI

Ikawati,Z, Jumiani,S, dan Putu,I.D.P.S. (2008). Kajian Keamanan Obat Antihipertensi di Poliklinik Usia Lanjut RS Dr.Sardjito. Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4. 30-40

Joint National Committee. (2003). The Seventh Report of Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and

Treatment of High Blood Pressure.

Kabo, P. (2011). Bagaimana Menggunakan ObatObat Kardiovaskular Secara Rasional. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kamiensky, Mary & James Keogh. (2015). Farmakologi DeMYSTiFieD. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Katzung, Bertram G. (2011). Farmakologi Dasar & Klinik, Ed.10. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Nugroho, Agung Endro. (2012). Farmakologi obatobat penting dalam pembelajaran ilmu farmasi dan dunia kesehatan, Cetakan II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Pudiastuti, Ratna Dewi. (2011). Penyakit Pemicu Stroke. Yogyakarta: Nuha Medika.

Purnomo, H. (2009). Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Yang Paling Mematikan. Yogyakarta: Buana Pustaka.

Rahajeng, Ekowati dan Sulistyowati Tuminah. (2009). Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Jakarta.

Majalah Kedokteran Indonesia. 580-587. Syamsudin. (2011). Buku Ajar Farmakoterapi Kardiovaskular dan Renal. Jakarta: Salemba

Medika.

Sweetman, Sean C. (2007). Martindale the Complete Drug Reference. Ed. 37. London: Pharmaceutical Press.

Syarif, Amir, dkk. (2012). Farmakologi dan Terapi. Ed. 5. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tjay, Tan Hoan & Kirana Rahardja. (2007). ObatObat Penting. kasiat, penggunaan dan efekefek sampingnya. Ed. 6. Jakarta: PT Gramedia.

Umar, H. (2005). Riset Pemasaran Perilaku Konsumen. Jakarta: PT.Gramedia.

WHO. Regional Office for South-East Asia. Departement of Sustainable Development and Healthy Environments. Non Communicable

Disease. (2011). Hypertension. http://www.searo.who.int/

Downloads

Published

2018-01-07

How to Cite

Profil Penurunan Tekanan Darah pada Terapi Obat Antihipertensi Golongan CCB Dihidropiridin Antara Amlodipin Dibandingkan Nifedipin Oral Osmotik (Studi Dilakukan di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Porong). (2018). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 3(1), 34-39. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i1.72