Identifikasi Kandungan Merkuri pada Beberapa Krim Pemutih yang Beredar di Pasaran (Studi dilakukan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya)
DOI:
https://doi.org/10.53342/pharmasci.v2i2.79Abstract
ABSTRAK
Radiasi sinar ultraviolet matahari dapat menyebabkan berbagai permasalahan pada kulit. Untuk mengatasinya perlu adanya perawatan menggunakan kosmetik, salah satunya yaitu krim pemutih wajah (Whitening Cream). Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang sering direkomendasikan karena ion merkuri dianggap dapat menghambat sintesis melamin pigmen kulit di sel melanosit. Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor HK.03.01.23.07.11.6662 tahun 2011 persyaratan logam berat jenis merkuri (Hg) adalah tidak lebih dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1ppm).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar merkuri pada produk kosmetik krim pemutih yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM dan yang memiliki nomor registrasi BPOM yang beredar di pasaran. Serta untuk mengetahui bahwa sediaan kosmetik krim pemutih wajah yang beredar di pasaran telah memenuhi syarat yang ditetapkan BPOM. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 sampel dengan kriteria 9 krim pemutih yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM dan 9 krim pemutih yang memiliki nomor registrasi BPOM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif menggunakan metode pereaksi warna dengan Kalium Iodida dan analisa kuantitatif dengan metode spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 18 sampel mengandung merkuri. Berdasarkan uji kuantitatif menunjukkan kadar merkuri pada produk krim pemutih yang
memiliki nomor registrasi BPOM dengan varian A1 sebesar 224,04 ± 0,35 mg/kg, dan untuk varian A2 adalah 188,20 ± 0,28 mg/kg. Sehingga tidak semua kosmetik krim pemutih wajah yang beredar dipasaran memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BPOM.
Kata Kunci: BPOM, Krim Pemutih, Merkuri
ABSTRACT
Radiation of sun's ultraviolet can cause skin problems. To overcome this problem should has cosmetic treatments using one of these is whitening cream. Mercury is the one of active ingredient who has often add in
the whitening cream because mercury’s ion considered to inhibit the synthesis melanin pigment of the skin in the melanocyte cells. According to the Regulation Agency of Drug and Food of the Republic Indonesia with No. HK. 03.01.23.07.11.6662. 2011, requirements metal usage types of mercury (Hg) is not more than 1 mg/kg or 1 mg/L (1 ppm). The purpose of this study was to determine differences mercury levels in whitening creams cosmetic which products didn’t have a registration number and products which have a registration number BPOM among in the market. And to know that all whitening cream cosmetic among the market has fullfield requirements established by BPOM. Sample use in this study was 18 samples which 9 sample didn’t have a registration number from BPOM and 9 among them have a registration number from BPOM. Analysis method used in this study is qualitative analysis using reaction color with Potassium Iodide and quantitative analysis using atomic absorption spectrophotometry. The results showed that 2 of the 18 samples contained mercury more than what it should. Based of the quantitative analysis shows that there are has differences mercury levels
from whitening cream product which has the registration number of BPOM with sample A1 variant is 224.04 ± 0.35 mg / kg, and for the A2 variant is 188.20 ± 0.28 mg / kg. Not all whitening cream cosmetic among the market has fullfield requirements established by BPOM.
Keywords: BPOM, mercury, whitening cream.
References
Al-Anshori, J., 2005, Spektrometri Serapan Atom, Materi Ajar,
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/200 9/12/spektrometri_serapan_atom.pdf., diakses pada 12 Desember 2015.
Anonim, 2015, Ciri-ciri Cream Pemutih Berbahaya.,http://produkpemutihwajah.net/crea m-pemutih-wajah/ciri-ciri-creampemutihberbahaya/ diakses pada tanggal 13 Mei 2016.
Armin F., Zulharmita., Dinda Rama Firda.,2013, Identifikasi Dan Penetapan Kadar Merkuri (Hg) Dalam Krim Pemutih Kosmetika Herbal Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 18, No.1, 2013, halaman 28-34. Fakultas Farmasi Universitas Andalas.
Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2011, Peraturan Kepala Badan POM Republik Indonesia Nomor: HK.0.3.1.23.07.11.6662
Tahun 2011 TentangPersyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat Dalam Kosmetik, http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/Per_bhn_kos_FNL.pdf, diakses 30
November 2015.
Daniaty, L., 2015, Identifikasi Merkuri Pada Lotion Yang Beredar Di Pasar Blauran Kota Palangka Raya, Karya Tulis Ilmiah, Progam DIII Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Palangkaraya.
Dulski, T. R., 1996, A Manual For The Chemical Analysis of Metals., https://books.google.co.id/books?id=ViOMjoLKB1gC&printsec=frontcover&dq=A+Manual+for+th
e+Chemical+Analysis+of+Metals+ebook&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwib0JeU7tXMAhXJro8KHfXXBBcQ6AEILTAA#v=onepage&q&f=false diakses pada tanggal 13 Mei 2016.
Erasiska., Subardi, B., dan Hanifah, T. A., 2014, Analisis Kandungan Logam Timbal, Kadmium Dan Merkuri Dalam Produk Krim PemutihWajah, Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, vol.2No.1.
Gandjar, I. G., & Rohman, A., 2007, Kimia Farmasi Analisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Hadi, M. C., 2013, Bahaya Merkuri Di Lingkungan Kita, Jurnal Skala Husada, vol.10, 175 - 183, Poltekkes Denpasar.
Handayani, T., 2013, Identification Of Mercury In Cream Bleach, Jurnal Strada, Akafarma Sunan Giri Ponorogo, Ponorogo.
InfoPom Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia, 2007., http://perpustakaan.pom.go.id/koleksilainnya/info pom/0407.pdf.,diakses pada 27 November 2015.
Kusantati, H., Prihatin, P. T., dan Wiana, W., 2008, Tata Kecantikan Kulit, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.
Notoatmodjo, S., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
Parengkuan, K., Fatimawali, F., dan Citraningtyas, G., 2013, Analisis Kandungan Merkuri Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Kota Manado, PharmaconJurnal Ilmiah Farmasi, Vol. 2 No. 01.
Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT,Manado.
Polii, B., Palandeng, H., & Porong, V., 2014, Analisis Kandungan Merkuri Pada Kosmetik Pemutih Wajah Yang Dijual Pedagang Kaki Lima Di Pasar 45 Kota Manado. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi.
Sembel, T. D., 2015, Toksikologi Lingkungan, Andi, Yogyakarta.
Svehla, G., 1990, Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, Edisi ke 5, (diterjemahkan oleh : Ir. L. Setiono dan Dr. A. Handyana Pudjaatmaka), Kalman Media Pusaka, Jakarta.
Syafnir, L., & Putri, A. P., 2011, Pengujian Kandungan Merkuri Dalam Sediaan Kosmetik Dengan Spektrofotometri Serapan Atom, Prosiding SNaPP: Sains, Teknologi, dan







