EDUKASI RISET PASAR KONSUMEN TERHADAP PRODUK TANAMAN ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) PADA INDUSTRI KECIL HERBAL SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.53342/eduscience.v2i2.339Keywords:
Riset Pasar, Teh Bunga Rosella, Hibiscus sabdariffaAbstract
Kandungan antosianin yang tinggi pada tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa) mampu memberikan khasiat sebagai anti kanker, anti hipertensi, mencegah osteoporosis, menjaga hati, hingga kesehatan fungsi ginjal. Salah satu industri kecil produk herbal di Surabaya memanfaatkan bunga rosella sebagai minuman teh bunga rosella dengan penjualan paling tinggi dibandingkan dengan produk lainnya, seperti wedang uwuh, teh bunga telang, dan teh jahe serai kapulaga. Namun karena belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang teh bunga rosella, memicu beberapa masalah pada industri kecil/UMKM ini. Tujuan dari riset pasar ini untuk mengetahui minat pasar produk teh bunga rosella berdasarkan karakteristik demografi dan psikografi konsumen. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data secara prospektif menggunakan instrumen kuesioner. Berdasarkan karakteristik demografi didapatkan hasil bahwa sebagian besar konsumen produk ini adalah perempuan (85,41%) yang memiliki rentang usia 20 hingga 30 tahun (66,67%), dengan latar belakang pendidikan terakhir SMA (79,16%) dan berstatus pelajar/mahasiswa (47,91%). Mayoritas konsumen produk ini adalah masyarakat yang berdomisili di Surabaya (56,25%), berstatus konsumen baru (60,41%) dan seluruh konsumen menyukai teh bunga rosella (100%). Berdasarkan karakteristik psikografi didapatkan hasil bahwa sebagian besar konsumen mengetahui produk ini dari teman (75%) dan sering melakukan pembelian (56,25%). Alasan pembelian produk serta hal yang membuat konsumen tertarik untuk membeli produk teh bunga rosella adalah faktor rasa (79,16%). Kualitas produk teh bunga rosella terbilang sangat baik (50%). Selain kualitas, pelayanan produk ini memperoleh hasil sangat baik (56,25%). Kebersihan produk dan promosi produk mendapatkan penilaian sangat baik (56,25%), serta kemudahan mendapatkan produk ini cenderung sangat baik (47,91%).
References
Aritonang R., L. R. (2005). Kepuasan Pelanggan: Pengukuran dan Penganalisisan dengan SPSS. Gramedia Pustaka Utama.
Campbell, C. (1997). Shopping, Pleasure and the Sex War. SAGE Publications Ltd. https://dx.doi.org/10.4135/9781446216972
Khaerunissa, S. S., Prabawani, B., & Listyorini, S. (2015). Psikografis Terhadap Keputusan Pembelian Etude House. Administrasi Bisnis, 4(3), 11.
Kinnear, Thomas C.; Yohanes Lamarto, 1949-; Taylor, James R.; Tobing, J. L. . A. M. (1992). Riset pemasaran : Pendekatan Terpadu / Thomas C. Kinnear, James R. Taylor; alih bahasa, Yohanes Lamarto dan Agus Maulana. Erlangga.
Kotler, P. B. M. B. S. K. L. (2009). Manajemen pemasaran/ Philip Kotler, Kevin Lane Keller; alih bahasa, Benyamin Molan; penyunting bahasa, Bambang Sarwiji. Indeks.
Mardiah, Amalia, L. dam, & Sulaeman, A. (2010). Ekstraksi Kulit Batang Rosella ( Hibiscus sabdariffa L .) Sebagai Pewarna Merah Alami. Jurnal Pertanian, 1(1).
Rahardjo, C. R. (2016). Faktor Yang Menjadi Preferensi Konsumen Dalam Membeli Produk Frozen Food. Jurnal Manajemendan Start-Up Bisnis, 1(1), 32–43.
Riwantoko, M. N., & Rofi, A. (n.d.). Karakteristik Demografi, Sosial, dan Ekonomi serta Pola Pendapatan Usaha Perdagangan di Sepanjang Jalan Jogja-Solo Kabupaten Klaten.
Roberts, J. A. (n.d.). Compulsive Buying Among College Students: An Investigation of Its Antedecents, Consequences, and Implications for Public Policy. The Journal of Consumer Affairs, 32(2), 295–319. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1745-6606.1998.tb00411
